Jumat, 22 Februari 2013

Ketika Doa Belum Terkabul




Setiap hari, setiap saat ,doa telah menjadi suatu ritual yang sangat penting  bagi kita, karena dengan doa hati dan pikiran kita bisa merasa damai dan tenang.doa merupakan salah satu obat yang mujarab bagi setiap insan ketika bermacam persoalan dan masalah datang mendera silih berganti.doa bagaikan sebuah oase bagi jiwa dan pikiran yang kering.Tapi ada satu pertanyaan ,apakah doa  yang telah kita panjatkan dapat langsung dijawab Tuhan?

Sebagai hamba Tuhan yang lemah dan banyak kekurangan,kita sebaiknya mengesampingkan dahulu pertanyaan diatas, karena dikabulkan atau tidaknya sebuah doa adalah mutlak hak Tuhan semata.Dan ketika sebuah doa belum terkabul,kita sebagai seorang hamba hendaknya jangan lantas berputus asa dan tidak mau lagi untuk memohon atau berdoa.Sungguh suatu kesalahan jika kita menjadi seorang hamba Tuhan yang mudah patah arang ketika sesuatu yang kita inginkan tidak langsung mendapat hasil atau jawaban.Semuanya perlu waktu,perlu sebuah proses.Kita sebagai insan yang lemah hanya bisa memohon dan meminta.Kalau kita telusuri lebih jauh, sebenarnya doa yang kita panjatkan adalah upaya bagaimana kita mendekatkan diri kepada Tuhan sang pencipta sebagai konsekuensi keyakinan kita kepada-Nya. Doa adalah puncak pengungkapan penghambaan kita kepada-Nya serta puncak pengungkapan tentang kesadaran akan kelemahan, peng-harapan, dan kecintaan dari seorang hamba di hadapan-Nya.

Agar doa yang kita panjatkan dapat efektif dikabulkan oleh Tuhan,kita sebaiknya mengetahui muatan atau kualitas doa yang akan kita panjatkan.Yang tidak kalah penting adalah kita harus tahu tata cara atau etika dalam berdoa. Di samping itu, jangan lupa untuk senantiasa menjaga kebersihan mulut, kebersihan hati, dan tubuh kita ketika berdoa. Kita pun harus tahu saat-saat yang makbul, tempat yang makbul, juga daya dorong berupa keyakinan, serta kesungguhan dalam berdoa. Apabila semua ini dilakukan dengan optimal, niscaya kita akan kaget bahwa begitu dekat terkabulnya doa yang dipanjatkan.

Tuhan adalah maha mengerti apa yang terucap dari mulut kita.Bahkan Tuhan maha mengetahui sekecil apapun hal-hal yang terlintas dalam hati dan pikiran kita.Karena itu tetap teguhkanlah niat kita untuk selalu berdoa kepada-Nya,karena sesungguhnya Tuhan benar-benar mendengar dan akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.

Hal terpenting dalam hidup adalah perubahan diri menjadi lebih baik. Demikian pula dengan doa, ia harus menjadikan setiap yang melakukannya menjadi lebih baik karena salah satu hakikat doa adalah penuntun kita untuk mengubah diri menjadi lebih baik.
Adapun perbaikan kepribadian kita, bisa terjadi melalui rentetan musibah. Tuhan Mahatahu dan faham melalui pintu mana kita bisa berubah. Apabila rentetan musibah tersebut menjadikan kepribadian kita berubah ke arah yang lebih baik, inilah yang menjadi esensi sebenarnya dari doa-doa yang kita panjatkan. Andai doa-doa kita, rintihan kita atas berbagai musibah yang terjadi malah menjadikan jiwa kita kerdil, malas, dan pesimis, berarti kita tidak mampu menangkap hakikat dari doa kita.

Jadi, apabila kita merasa doa kita belum terkabul, tidak berarti karena Tuhan tidak mengabulkan keinginan kita. Bukan karena Dia tidak memerhatikan permohonan hamba-hamba-Nya, melainkan bisa jadi karena hamba itu tidak mau membenahi dirinya, enggan lepas dari kebiasaan buruknya, dan merasa malas untuk meningkatkan ibadah.
Dengan demikian, introspeksilah diri! Lihat apa kekurangan-kekurangan kita dan pikirkan apa yang mesti kita lakukan agar Tuhan berkenan mengabulkan doa kita. Seperti meminta padi berbuah bagus, tetapi kita tidak pernah bergairah mencangkul dan memberi pupuk, maka doa kita adalah doa yang hampa.




0 komentar:

Poskan Komentar